Minggu yang penuh asap dan pasir. Hari ini hari ke-5 setelah gempa memporak-porandakan Sumatera Barat. Beragam bantuan yang datang, laut darat dan udara. Hampir tiap menit bantuan datang timpa-bertimpa. Namun restribusi tetap saja tak sampai ke sasaran.
Di Pariaman, masyarakat terpaksa menghentikan truk pengangkut bantuan karena sebelumnya tak ada yang sampai ke tangan warga. Dan masih banyak lagi cerita kekacauan yang lebih semrawut.
Pemerintah dan pejabat negeri ini sepertinya sangat tidak siap dengan bencana. Padahal, pesta-pesta demokrasi baru usai dan menghabiskan uang Negara milyaran rupiah. Quo vadis Monseur..… mau di bawa ke mana negeri ini, Tuan?
Silahkan tinggalkan komentar saudara, teman, bapak, ibu..
memang bila kita kaji lebih jauh, dalam kekalutan, masih banyak tangan yang tega berbuat nista….
Ebiet G. Ade, bernyanyi dari bencana ke bencana, dari gempa kemarin, kemarinnya lagi, sekarang.
memang bila kita kaji lebih jauh, dalam kekalutan, masih banyak tangan yang tega berbuat nista…
(semoga kita gak include)
betul sekali!
reportase : )
penutup mulut eh masker dijual 3 rebo o/ org2 yg dapet gratis dari depsos. kirain relawan yg mo bagi2 gratis buat warga yg gak s4 ke tenda depsos or belum dpt masker ternyata dijual.
trus ada lagi bantuan yg katanya udah kadaluarsa
trus ada lagi tenda bantuan yg dimanfaatkan u/ rumah mobilnya soalnya kayaknya rumahnya belum ada garasi gitu
*liat di kuranji arah ke belimbing deket tampek balanjo one cab kuranji sebelah kiri kalo dari kuranji