Abdul Aziz Angkat meninggal setelah keluar dari ruang kerjanya di gedung DPRD Sumatera Utara Selasa 3 Februari 2009. Ratusan pendemo yang menuntut pemekaran wilayah (provinsi) merengsek ke dalam gedung DPRD tersebut. Azis yang mengidap penyakit jantung diserang dan dilempari demonstran. Catatan hitam demokrasi di negeri ini kembali dibuka.
Siapapun yang meninggal, kita tetap bersedih akan hal itu. Namun, politik tetap berjalan. Poster-poster, terus saja bertambah banyak. Belukar-belukar politik yang tumbuh di kota dunia ketiga itu kian bercorak. Tapi adakah semua itu tidak sia-sia?
Abdul Aziz meninggal. Demonstran merangsek ke gedung DPRD Sumatera Utara itu. Mereka menggunakan kekerasan, yang kata Gandhi, jalan ketiga setelah Tuhan. Gandhi barangkali benar, demonstran mungkin tidak salah. Tapi kita tetap sedih pada tiap kematian. Polisi mencari tersangka, juga otak kejadian itu. Dan kita seperti disadarkan: demokrasi ternyata membutuhkan tumbal.(Faiz)
baca juga sumber:
http://www.surya.co.id/2009/02/03/saksi-abdul-azis-angkat-tewas-dikeroyok-demonstran/
ANARKISME DEMOKRASI TAPANULI
Betapa sombongnya kamu… Betapa angkuhnya kamu… meniti titian demokrasi berlumurkan anarkisme dan kemurkaan.
Tapanuli, 3 februari 2009. Ribuan demonstran merangsik masuk gedung dewan. Merusak, anarkisme. Ketua DPRD, Abdul Aziz Angkat tewas dalam kejadian tersebut.
Mendengar berita itu, aku langsung terkulai lemas. Seolah tak percaya. Semua bayangan indah demokrasi, telah lenyap dari alam fikiranku. Anarkisme kaum bar-bar bersembunyi di balik kata-kata kebebasan berpendapat.
Batinku merintih perih, penuh luka, karena kepentingan sekelompok golongan, mengakibatkan luka hati yang dalam, dalam sekali dan sukar di pulihkan. Awan hitam sedang menyelubungi jalan demokasiku.
Tapanuli, 6 februari 2009.
Tiga hari setelah nya, dengan berkeras faham, kucoba kembali menata setiap kepingan yang tersisa, puing-puing sisa kekerasan masih melekat disana. Satu demi satu ku bersihkan. Dengan tujuan manjadi jalan kedepan bagi kebebasan demokrasi negeriku.
sumber:http://asyiknyaduniakita.blogspot.com/