DONGENG CINTA BUAT ELLA
Cuma kau. Aku
Selebihnya kekalahan, selebihnya
Dongeng tentang sakit yang tak selesai
Yang terus kita ulang dari halaman berbeda
Dongeng tentang usia
Cuma kau. Aku
Dan kekosongan di antaranya
kita anggap sebagai cinta
Juga kebohongan-kebohongan kecil
Yang selalu kita duga-duga
Mengalir serupa sungai
:cinta kah muara?
SONET PENGHABISAN
I
Ujung jalan itu, ella
Kau, aku telah melewati taman penuh bunga di tikungan yang sama
Pada kelok jalan yang belum penuh
Kau memilih simpang,
lorong cahaya yang panjang
adakah kesiur angin sampai ke sana?
Aku antara gelap gang
catatan keberangkatan, kalimat-kalimat kabur
:kesepian yang tak kunjung tuntas itu
Serupa batukmu yang tak berkesudahan digerogoti mimpi
tentang rumah kecil serupa sorga
di kaki bukit sana.
II
bunga dan kupu-kupu hinggap
bersemayam di tubuhmu, ella
menjelma warna biru malam-malam lesap
kesunyian tergantikan mozard
diam-diam kita renangi musim
daun-daun gugur dari tangkai,
benang sari yang berlepasan,
serupa gugur hujan pengujung tahun yang terkubur kesunyian
Setelahnya kita sibuk dengan cerita tentang sorga
yang tak pernah dijaga tentara.
1999
hujan menghempas di luar
angin patahkan cahaya jalan
lampu kehilangan gelap,
dan orang kembali ke rumah batu mencairkan dingin jadi keringat
aku tahu kapan harus berangkat, ella
JALAN TIK TAK JAM
Aku berjalan
Tiktak jam sembunyi dalam hujan, pada gigil hutan-hutan
Kali-kali simpan dingin pagi
Aku kehilangan mantel, juga catatan
Dan tak bisa lari dari angka-angka kalender
Kau tak akan datang di satu
pagi yang sibuk itu
dan cuaca yang manja dan aroma bunga plastik
Dari sisa cinta yang kau copot dari tiap celana
Anak anak, meja tulis, hutan tropis, spidol berbau amis
cinta dan bait-bait
sebentuk kesangsian akan berangkat
November 2008
SITUJUH
Bukan senja yang bikin kelam,
Kampungmu kian jauh dilamun kabut
Di jalan-jalan tumbuhi lumut
Aku tahu, kita tak akan menemukan telaga di atas sana
Di puncak batas
Kematian bergeming dalam rupa yang lain
puisi-puisinya bagus ya bang. dalam banget. abang lagi patah hati yaa….? hehehe…. becanda aja kok bang.
ternyata cinta memang benar-benar. huh….. tapi ada jg untungnya. cinta bisa menghasilkan puisi-puisi cinta yang dalam. puisi anda bagus. apa yang anda rasakan juga pernah saya rasakan. kadang-kadang cinta memang membuat kita gila. anda begitu mencintai perempuan itu–baca:ella–rupanya. salam kenal dari saya.
kasihan kau, faiz! rupanya kau memang telah dikutuk eros..
huahauhauhaauahuahahha…
seorang lelaki sia-sia yang datang di usia yang hampa?
masih kental ku ingat
“bukan itu alasanku untuk mati” kau pekatkan seperti kopi yang selalu diseduh saban hari
adakah pengecualian untuk kali ini?
adakah kelana kali ini telah menghempaskan idealisme yang selalu kau kokohkan?
tris,,*ini kali tak ada yang mencari cinta*
dimana *tak sepadan* yang selalu kau kumandangkan?
aku rindu pada pagi,kopi,kau dan ciloteh lama
usah dirato’i
faiz, ternyata kau telah jauh berbeda dengan faiz yang kukenal. haha…sudahlah. tidak usah kau pedulikan lagi perempuanmu yang memilih simpang itu. ini aku menunggu. selalu menunggu. nanti malam sekitar jam 9 aku akan menghubungimu. kita teman lama. aku merindukanmu.
F. Mohammad Faiz yang dulu, akan tersenyum mengejek ketika aku berbinar bercerita tentang rasa.
namun, senja itu, lirih ia ucapkan, terkadang cinta tak punya logika, sayang!
dan kali ini aku yang tersenyum, maklum!!
teruskan perjuanganmu dalam mencari cinta yang abadi & tetaplah menjadi yang terbaik seperti yang adik kenal selama ini…… Peace
kapitalis mencoba mencitrakan cinta itu adalah sebuah yang fundamental dalam kehidupan.