Senja di kaki gunung Sago
2. Jenjang sawah di jorong Kociak
3. Hamparan Sawah terlihat dari Gunuang Tigo
4.Kota Payokumbuah terlihat dari kebun tembakau di puncak gunung Tigo
5. Menunggu Panen Tiba
6. Bukan Plaiboi Kampung
7. Wali Jorong Kociak
8. Aku, Anakku, dan si Pemburu
lokasi: Situjuah, Payokumbuah.
foto: Fatris Moh. Faiz








maaf, saya tak bisa terlalu banyak waktu di warnet. untuk mencari warnet saya harus berjalan sekian kilometer dan naik ojek, dan naik bis, dan naik angkot, dan naik ojek lagi. menghabiskan uang 50 ribu. weh..weh…
terimakasih buat redaktur sementara yang terlah menggantikan memperhatikan rumahteduh (maksudnya blog rumahteduh).
terimakasih.
saya berangkat kembali.
salam
huahahaha…huahahhaha…
huahahaha..
fotonya kerennn..
sekalian promosi pakaian dalam perempuan ya, merek apa pak? Triumph atau Wacoal.. hahahah..
itu mah bukan plaiboi, buaya kali….
huaahahahah..
wah… faiz… anda kelihatannya suka sekali tema-tema sosial..
dan saya akui ‘cerita’ anda cukup memikat… saya suka jenggot pak jorong kociak, yahuuud…..
hahaa….. terus kalo bisa saya pengen liat karya bung yang agak liar gitu….
Faiz katanya mau ke tempat aku. kok ngak jadi? di sini ada harimau, serigala, pokoknya kayak kebun binatanglah (katanya suka foto binatang) oya… di sini anak KKNnya, kalau yang cewek disuruh mandi tanpa sehelai benang pun… keren kan? itu tradisi katanya? mungkin nipu? terserah tanggapan orang saja, tapi kamu suka kan???huahahaha…
hahahaaa……
foto yang pertama, ’senja di kaki gn. sago’, kebetulan saya lg bersama faiz ketika dia mengambil gambar itu…..
hohohooo……., sekedar pemberitahuan saja
dan agar redaktur sementara tahu dan tidak salah kaprah tentang tujuan perjalanan saya ke payakumbuah
Ondemande, potonyo ebat-ebat! Faiz memang mantap!!!
Apreaseasi tertinggi buat jepertannya, yahuuud…
om deddy, wak tau apo maksud om deddy sabananyo ka payokumbuah huahahahahahaah….
saudara dedy, jangan dengarkan perkataan urang sumando sasing tu, dia hanya iri saja, belum pernah berbuat seperti tiu dan tidak berani berbuat seperti itu. tidak akan berani dia seumur hidup.
dari hati yang paliang dalam, saya salut kepada anda karena berani berkorban, jangan hanya bicara saja..!!!
teruskan..!!!
om petualang, saya memang kurang berani kalau hanya “sekedar” berkorban. tapi jangan salah om, saya ahli dalan soal Tikung_menikung(kalau tak percaya tanya sama korban2 saya huehuehueeu…)
teruskan om deddy!
poto nyo ancak.. yo baraja wak caro mamotonyo..
mokasih
foto yang pertama, senja dikaki gunuang sago, sangat memikat. momennya pas. selamat untuk bapak fotografer.
bang, photo gunuang tigo di ateh tu Gununag Tigo yg di Padang Pariaman atau di Payakumbuah?