<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: RANDAI DAN PENGKHIANATAN DI DALAMNYA</title>
	<atom:link href="http://rumahteduh.wordpress.com/2008/06/02/randai-dan-pengkhianatan-di-dalamnya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rumahteduh.wordpress.com/2008/06/02/randai-dan-pengkhianatan-di-dalamnya/</link>
	<description>Ayo....belajar...</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Nov 2009 09:54:56 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: orang awam</title>
		<link>http://rumahteduh.wordpress.com/2008/06/02/randai-dan-pengkhianatan-di-dalamnya/#comment-1483</link>
		<dc:creator>orang awam</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Jun 2008 22:03:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumahteduh.wordpress.com/?p=323#comment-1483</guid>
		<description>saya misalnya, jadi malu kalau tidak mengerti istilah2 tersebut, ya caranya dengan mencari tahu!

Penghianatan, merupakan menyalah gunakan kepercayaan orang lain(ntah dimana aku dapat pengertian tersebut)!.Apakah nenek moyang kita dulu menyiratkan, bahwasanya generasi penerusnya harus memainkan seperti apa yang dimainkannya? kalau memang iya tidak mungkinlah kawan2n kita sekarang mengkreasikan hal tersebut..

ya, kalau saya mencoba untuk menghargai kawan2 kita yang terus berkreativitas dalam kultur lokal, premis yang ditawarkan tim randai tersebut cukup menarik,dan mereka masih berusaha untuk memainkan pamenan adat kita

Jika memang sesuai dengan dugaan penulis tersebut,apakah dilingkungan kita,dekat kita,di kota padang sendiri,tidak ada yang lebih besar potensinya terhadap sebuah penghianatan yang penulis maksudkan tersebut?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya misalnya, jadi malu kalau tidak mengerti istilah2 tersebut, ya caranya dengan mencari tahu!</p>
<p>Penghianatan, merupakan menyalah gunakan kepercayaan orang lain(ntah dimana aku dapat pengertian tersebut)!.Apakah nenek moyang kita dulu menyiratkan, bahwasanya generasi penerusnya harus memainkan seperti apa yang dimainkannya? kalau memang iya tidak mungkinlah kawan2n kita sekarang mengkreasikan hal tersebut..</p>
<p>ya, kalau saya mencoba untuk menghargai kawan2 kita yang terus berkreativitas dalam kultur lokal, premis yang ditawarkan tim randai tersebut cukup menarik,dan mereka masih berusaha untuk memainkan pamenan adat kita</p>
<p>Jika memang sesuai dengan dugaan penulis tersebut,apakah dilingkungan kita,dekat kita,di kota padang sendiri,tidak ada yang lebih besar potensinya terhadap sebuah penghianatan yang penulis maksudkan tersebut?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Lakandibida</title>
		<link>http://rumahteduh.wordpress.com/2008/06/02/randai-dan-pengkhianatan-di-dalamnya/#comment-1480</link>
		<dc:creator>Lakandibida</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Jun 2008 16:24:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumahteduh.wordpress.com/?p=323#comment-1480</guid>
		<description>Hahahah
lah ribuik urang gara2 artikel ko..
Tapi ga apa apalah.. suasana yang bagus untuk membangun..
Tapi dari yang saya lihat hanay ada pertanyaan2 tanpa ada jawaban.
masing-masing saling menyudutkan tanpa ada jawaban yang memuaskan bagi saya dari kacamat orang yang awam..

tentang adanya persamaan orang minang dengan yahudi saya pernah baca di sebuah koran lokal di sumbar ni.
judul lengkap nya &quot;orang minang, cina dan yahudi, perbedaan dan persamaannya&quot;

saya gak ingat lagi udah lama, kalo gak salah sudah 3 tahun lah. udah lupa, maklum udah sering eror di tengah masa yang semakin eror saja.

kalau ada yang bisa jelaskan tolong di beri penjelasan yang ringkas dan mudah di mengerti bagi saya orang awam ini.

jangan pakai bahasa2 dan istilah2 yang sulit di mengerti.
kan ada pameo orang pintar, semakin susah dan sulit orang mengerti dengan istilah2 yang kita ucapkan maka semakin pintar lah kita menurut orang yang mendengarnya.
karena yang mendengar malu untuk bertanya, ntar malah takut takut di cap orang bodoh dan gak intelektual.

hehehehe
salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hahahah<br />
lah ribuik urang gara2 artikel ko..<br />
Tapi ga apa apalah.. suasana yang bagus untuk membangun..<br />
Tapi dari yang saya lihat hanay ada pertanyaan2 tanpa ada jawaban.<br />
masing-masing saling menyudutkan tanpa ada jawaban yang memuaskan bagi saya dari kacamat orang yang awam..</p>
<p>tentang adanya persamaan orang minang dengan yahudi saya pernah baca di sebuah koran lokal di sumbar ni.<br />
judul lengkap nya &#8220;orang minang, cina dan yahudi, perbedaan dan persamaannya&#8221;</p>
<p>saya gak ingat lagi udah lama, kalo gak salah sudah 3 tahun lah. udah lupa, maklum udah sering eror di tengah masa yang semakin eror saja.</p>
<p>kalau ada yang bisa jelaskan tolong di beri penjelasan yang ringkas dan mudah di mengerti bagi saya orang awam ini.</p>
<p>jangan pakai bahasa2 dan istilah2 yang sulit di mengerti.<br />
kan ada pameo orang pintar, semakin susah dan sulit orang mengerti dengan istilah2 yang kita ucapkan maka semakin pintar lah kita menurut orang yang mendengarnya.<br />
karena yang mendengar malu untuk bertanya, ntar malah takut takut di cap orang bodoh dan gak intelektual.</p>
<p>hehehehe<br />
salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: kopralcipaik</title>
		<link>http://rumahteduh.wordpress.com/2008/06/02/randai-dan-pengkhianatan-di-dalamnya/#comment-1470</link>
		<dc:creator>kopralcipaik</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Jun 2008 12:54:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumahteduh.wordpress.com/?p=323#comment-1470</guid>
		<description>lalu kalau tidak menjadi harimau, jadi apa?
apakah ini sebuah gejala oportunitis baru yang lebih akut lagi dari manusia beridentitas Minangkabau?

padang bengkok hanya kepunyaan bangsa yahudi tuan bangsawan. atau benar adanya hipotesis ini bahwa dalam bangsa minang mengalir darah yahudi? bahkan mengenai RANTAU, bangsa yahudi pun punya DIASPORA, bertebaran keseluruh dunia.
 
hanya satu pertanyaan untuk hari ini tuan bangsawan yang besar, apakah Minangkabau muncul secara totalitas kedunia sebelum atau sesudah datangnya islam?

mohon bantuannya karena saya hanya melihat minang sebagai sawah dari kejauhan, namun tidak ikut berkubang didalamnya...dan saya benar-benar sedang belajar!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>lalu kalau tidak menjadi harimau, jadi apa?<br />
apakah ini sebuah gejala oportunitis baru yang lebih akut lagi dari manusia beridentitas Minangkabau?</p>
<p>padang bengkok hanya kepunyaan bangsa yahudi tuan bangsawan. atau benar adanya hipotesis ini bahwa dalam bangsa minang mengalir darah yahudi? bahkan mengenai RANTAU, bangsa yahudi pun punya DIASPORA, bertebaran keseluruh dunia.</p>
<p>hanya satu pertanyaan untuk hari ini tuan bangsawan yang besar, apakah Minangkabau muncul secara totalitas kedunia sebelum atau sesudah datangnya islam?</p>
<p>mohon bantuannya karena saya hanya melihat minang sebagai sawah dari kejauhan, namun tidak ikut berkubang didalamnya&#8230;dan saya benar-benar sedang belajar!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Bangsawan Pagaruyung</title>
		<link>http://rumahteduh.wordpress.com/2008/06/02/randai-dan-pengkhianatan-di-dalamnya/#comment-1431</link>
		<dc:creator>Bangsawan Pagaruyung</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Jun 2008 05:15:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumahteduh.wordpress.com/?p=323#comment-1431</guid>
		<description>Kopral kaciek, Sutan sepertinya tidak begitu memahami persoalan. 

&quot;Masuak kandang harimau, mengaum.&quot; itu benar. tetapi perlu Sutan ingat, mengaum tidak berarti mesti menjadi harimau. 
ada pepatah lain yang harus juga dipergunakan untuk melihat persoalan identitas ini. seperti sudah saya katakan, ada beberapa pepatah lain, dan mungkin masih banyak, seperti yang telah saya catatkan di atas. usaha untuk tidak menjadi harimau, kambing atau ayam itu misalnya terjelaskan dengan pepatah &quot;tabang manumpu&quot; ada pijakan sebelum terbang. &quot;MENUMPU&quot; Sutan! tidak lepas begitu saja. 

kenapa saya katakan Sutan tidak begitu memahami persoalan? Pepatah-petitih dalam kerangka berpikir orang Minang sudah menjadi hukum, patokan berprilaku. berani saya katakan, dalam beberapa kasus, alquran memberikan kerangka acuan tidak dengan satu ayat saja, banyak ayat yang di secara lahiriah bisa saja bertentangan. Dalam hadis pun seperti itu. Maka saya kira dan katakan, perlu ada serangkaian ayat yang mengacu pada persoalan yang sama. perlu ada serangkaian pepatah yang mengacu pada persoalan yang sama: RANTAU. 

saya tahu, Minangkabau berubah Sutan. tak ada saya  sesalkan itu. Pepatah pun, mesti dikaji asbab an nuzul nya. 
itu menandakan kedinamisan yang Sutan sebutkan. 

jadi, sesuatu yang di luar, Sutan, tak perlu dibongkar. yang di dalamlah yang mesti dikeluarkan. 

seperti kata tukang rabab
&quot;nan bathin ambo lahie kan!&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kopral kaciek, Sutan sepertinya tidak begitu memahami persoalan. </p>
<p>&#8220;Masuak kandang harimau, mengaum.&#8221; itu benar. tetapi perlu Sutan ingat, mengaum tidak berarti mesti menjadi harimau.<br />
ada pepatah lain yang harus juga dipergunakan untuk melihat persoalan identitas ini. seperti sudah saya katakan, ada beberapa pepatah lain, dan mungkin masih banyak, seperti yang telah saya catatkan di atas. usaha untuk tidak menjadi harimau, kambing atau ayam itu misalnya terjelaskan dengan pepatah &#8220;tabang manumpu&#8221; ada pijakan sebelum terbang. &#8220;MENUMPU&#8221; Sutan! tidak lepas begitu saja. </p>
<p>kenapa saya katakan Sutan tidak begitu memahami persoalan? Pepatah-petitih dalam kerangka berpikir orang Minang sudah menjadi hukum, patokan berprilaku. berani saya katakan, dalam beberapa kasus, alquran memberikan kerangka acuan tidak dengan satu ayat saja, banyak ayat yang di secara lahiriah bisa saja bertentangan. Dalam hadis pun seperti itu. Maka saya kira dan katakan, perlu ada serangkaian ayat yang mengacu pada persoalan yang sama. perlu ada serangkaian pepatah yang mengacu pada persoalan yang sama: RANTAU. </p>
<p>saya tahu, Minangkabau berubah Sutan. tak ada saya  sesalkan itu. Pepatah pun, mesti dikaji asbab an nuzul nya.<br />
itu menandakan kedinamisan yang Sutan sebutkan. </p>
<p>jadi, sesuatu yang di luar, Sutan, tak perlu dibongkar. yang di dalamlah yang mesti dikeluarkan. </p>
<p>seperti kata tukang rabab<br />
&#8220;nan bathin ambo lahie kan!&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: kopralcipaik</title>
		<link>http://rumahteduh.wordpress.com/2008/06/02/randai-dan-pengkhianatan-di-dalamnya/#comment-1422</link>
		<dc:creator>kopralcipaik</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Jun 2008 13:12:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumahteduh.wordpress.com/?p=323#comment-1422</guid>
		<description>apa yang terjadi jika ternyata saat pulang dari negeri seberang, malin kundang tidak mengenal ibunya lagi lantaran ia terlalu kecil untuk pergi merantau. jangan salah kan malin, karena ia tidak memiliki foto tentang gambaran ibu kandungnya, karena memang sayangnya malin belum mengenal kamera. sekarang dengan kondisinya yang sudah serba cukup, manusia mana yang tidak mau mengaku jadi ibunya. apa yang tidak akan dilakukan oleh rakyat jelata yang serba susah ketika melihat seorang saudagar kaya,? seketika otak &quot;menjual&quot; orangnya muncul seketika?

lalu dimana berkhianatnya?

seandainya ibu adalah adat itu sendiri (bundo kanduang) lalu sesekali berjalanlah ketengah jalan raya dimana seorang ibu mengorbankan anaknya untuk mengemis dijalanan hanya untuk membiayai kredit televisi dan mesin cucinya. lalu tanyakan siapa yang berkhianat untuk siapa?

saya meyakini kalau minang adalah sebuah identitas yang dinamis. ia selalu berubah rubah, dan berubah-rubah itulah identitasnya. alam takambang jadi guru. masuak kandang kambiang maeembek, masuak kandang harimau mangaum. itu adalah kedinamisan itu sendiri.

jangan terlalu cepat untuk tertarik membongkar sesuatu yang bersifat permukaan, karena ada potensi implisit yang masih terbengkalai.

identitas minag memang semakin bias. dan satu hal yang masih bisa dijadikan pegangan adalah bahasa. namun jika terjadi brikolase atau kreolisasi pada bahasa itu jangan langsung tertuju itu adalah sebuah krisis identitas. mari kita rayakan ia adalah identitas baru. namun yang pasti, akarnya tetap kita pegang teguh.

jadi bagaimana?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>apa yang terjadi jika ternyata saat pulang dari negeri seberang, malin kundang tidak mengenal ibunya lagi lantaran ia terlalu kecil untuk pergi merantau. jangan salah kan malin, karena ia tidak memiliki foto tentang gambaran ibu kandungnya, karena memang sayangnya malin belum mengenal kamera. sekarang dengan kondisinya yang sudah serba cukup, manusia mana yang tidak mau mengaku jadi ibunya. apa yang tidak akan dilakukan oleh rakyat jelata yang serba susah ketika melihat seorang saudagar kaya,? seketika otak &#8220;menjual&#8221; orangnya muncul seketika?</p>
<p>lalu dimana berkhianatnya?</p>
<p>seandainya ibu adalah adat itu sendiri (bundo kanduang) lalu sesekali berjalanlah ketengah jalan raya dimana seorang ibu mengorbankan anaknya untuk mengemis dijalanan hanya untuk membiayai kredit televisi dan mesin cucinya. lalu tanyakan siapa yang berkhianat untuk siapa?</p>
<p>saya meyakini kalau minang adalah sebuah identitas yang dinamis. ia selalu berubah rubah, dan berubah-rubah itulah identitasnya. alam takambang jadi guru. masuak kandang kambiang maeembek, masuak kandang harimau mangaum. itu adalah kedinamisan itu sendiri.</p>
<p>jangan terlalu cepat untuk tertarik membongkar sesuatu yang bersifat permukaan, karena ada potensi implisit yang masih terbengkalai.</p>
<p>identitas minag memang semakin bias. dan satu hal yang masih bisa dijadikan pegangan adalah bahasa. namun jika terjadi brikolase atau kreolisasi pada bahasa itu jangan langsung tertuju itu adalah sebuah krisis identitas. mari kita rayakan ia adalah identitas baru. namun yang pasti, akarnya tetap kita pegang teguh.</p>
<p>jadi bagaimana?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ketua pemuda</title>
		<link>http://rumahteduh.wordpress.com/2008/06/02/randai-dan-pengkhianatan-di-dalamnya/#comment-1407</link>
		<dc:creator>ketua pemuda</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Jun 2008 13:02:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumahteduh.wordpress.com/?p=323#comment-1407</guid>
		<description>tuan bangsawan, anda sudah mulai terganggu karena kehadiran blog ini hahahahaha...besok saya traktir anda minum kopi biar anda tidak stress lagi akibat menurunnya kwantitas blog ini huahahahahahah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tuan bangsawan, anda sudah mulai terganggu karena kehadiran blog ini hahahahaha&#8230;besok saya traktir anda minum kopi biar anda tidak stress lagi akibat menurunnya kwantitas blog ini huahahahahahah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Bangsawan Pagaruyung</title>
		<link>http://rumahteduh.wordpress.com/2008/06/02/randai-dan-pengkhianatan-di-dalamnya/#comment-1405</link>
		<dc:creator>Bangsawan Pagaruyung</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Jun 2008 11:34:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumahteduh.wordpress.com/?p=323#comment-1405</guid>
		<description>Tuan Faiz,

Kami kaum adat merasa bertanggungjawab untuk merespon tulisan ini.

“Seorang perantau adalah seorang pengkhianat, malin yang lupa ibu”. Faiz mungkin benar, tetapi tidak tepat dalam menafsir. 

“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” tidak berdiri sendiri. Ada deretan pepatah lain yang mengiringinya. 

“Hinggok mancakam, tabang manumpu.” 

“Mande ilang Mande dicari, Mamak ilang Mamak dicari.”  

 “Setinggi-tinggi terbang bangau, pulangnya ke kubangan jua” 

Ketiga pepatah ini mengisyaratkan suatu himbuan lain untuk tidak berkhianat.  Ketiga pepatah ini semestinya tidak dicerai-beraikan dari konteks merantau orang Minang. 

Faiz seharusnya membaca lebih banyak sebelum menulis. Tak asal kutip pepatah. 

Salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tuan Faiz,</p>
<p>Kami kaum adat merasa bertanggungjawab untuk merespon tulisan ini.</p>
<p>“Seorang perantau adalah seorang pengkhianat, malin yang lupa ibu”. Faiz mungkin benar, tetapi tidak tepat dalam menafsir. </p>
<p>“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” tidak berdiri sendiri. Ada deretan pepatah lain yang mengiringinya. </p>
<p>“Hinggok mancakam, tabang manumpu.” </p>
<p>“Mande ilang Mande dicari, Mamak ilang Mamak dicari.”  </p>
<p> “Setinggi-tinggi terbang bangau, pulangnya ke kubangan jua” </p>
<p>Ketiga pepatah ini mengisyaratkan suatu himbuan lain untuk tidak berkhianat.  Ketiga pepatah ini semestinya tidak dicerai-beraikan dari konteks merantau orang Minang. </p>
<p>Faiz seharusnya membaca lebih banyak sebelum menulis. Tak asal kutip pepatah. </p>
<p>Salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: zonia</title>
		<link>http://rumahteduh.wordpress.com/2008/06/02/randai-dan-pengkhianatan-di-dalamnya/#comment-1403</link>
		<dc:creator>zonia</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Jun 2008 13:00:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumahteduh.wordpress.com/?p=323#comment-1403</guid>
		<description>hihihihi....
saat itu, disuatu senja yang cerah, saya dan dian sastro sedang nelpon di wartel dekat rumah. ada seorang tukan poto keliling yang menawarkan: poto bang? saya bilang: boleh. foto itu kemudian saya temukan lagi pada tahun 2004 didalam sebuah komputer di UKS-UNAND. makin cantik saja mantan-ku itu heheheh...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hihihihi&#8230;.<br />
saat itu, disuatu senja yang cerah, saya dan dian sastro sedang nelpon di wartel dekat rumah. ada seorang tukan poto keliling yang menawarkan: poto bang? saya bilang: boleh. foto itu kemudian saya temukan lagi pada tahun 2004 didalam sebuah komputer di UKS-UNAND. makin cantik saja mantan-ku itu heheheh&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: catatancatatan</title>
		<link>http://rumahteduh.wordpress.com/2008/06/02/randai-dan-pengkhianatan-di-dalamnya/#comment-1401</link>
		<dc:creator>catatancatatan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Jun 2008 20:24:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumahteduh.wordpress.com/?p=323#comment-1401</guid>
		<description>perkenalkan
saya seorang tukang fotokeliling. dan sekarang saya tidak ingin berkianat pada siapapun. termasuk pada kamera saya. tapi kamera saya sering berkianat kepada saya. lensa kamera saya sering errorr 99. mohon bantuan kawan-kawan karena saya telah kehilangan pekerjaan saya. kemarena saya pernah ikut bantuan bank mandiri, tapi saya tak terpilih sebagai penerima bantuan. padahal saya telah berharap pada tuhan dengan solat tahajjud, salat dhuha, salat sunat lain-lainnya, dan puasa sunat. tapi kok gak dapat juga bantuan dari bank mandiri ya...
tapi walaupun begitu, dan walau pun lensa kamera saya eror 99, kemaren saya bisa motret dian sastrowardoyo. silahkan klik alamat saya dan downloan foto-foto dian yang cantik itu. www.catatancatatan.wordpress.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>perkenalkan<br />
saya seorang tukang fotokeliling. dan sekarang saya tidak ingin berkianat pada siapapun. termasuk pada kamera saya. tapi kamera saya sering berkianat kepada saya. lensa kamera saya sering errorr 99. mohon bantuan kawan-kawan karena saya telah kehilangan pekerjaan saya. kemarena saya pernah ikut bantuan bank mandiri, tapi saya tak terpilih sebagai penerima bantuan. padahal saya telah berharap pada tuhan dengan solat tahajjud, salat dhuha, salat sunat lain-lainnya, dan puasa sunat. tapi kok gak dapat juga bantuan dari bank mandiri ya&#8230;<br />
tapi walaupun begitu, dan walau pun lensa kamera saya eror 99, kemaren saya bisa motret dian sastrowardoyo. silahkan klik alamat saya dan downloan foto-foto dian yang cantik itu. <a href="http://www.catatancatatan.wordpress.com" rel="nofollow">http://www.catatancatatan.wordpress.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Antek-Antek ketua pemuda dan Rapi Photo/Flora/Music n Recording</title>
		<link>http://rumahteduh.wordpress.com/2008/06/02/randai-dan-pengkhianatan-di-dalamnya/#comment-1397</link>
		<dc:creator>Antek-Antek ketua pemuda dan Rapi Photo/Flora/Music n Recording</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Jun 2008 16:15:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumahteduh.wordpress.com/?p=323#comment-1397</guid>
		<description>Berkhianat itu seksi :)
Penuh Tantangan yang menggairahkan
dan kita semua adalah pengkhianat. bukan begitu &quot;blogers&quot;?paling tidak untuk sekali pengkhianatan hahahaha...oi kopral, sudah berapa kali kau berkhianat?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Berkhianat itu seksi <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Penuh Tantangan yang menggairahkan<br />
dan kita semua adalah pengkhianat. bukan begitu &#8220;blogers&#8221;?paling tidak untuk sekali pengkhianatan hahahaha&#8230;oi kopral, sudah berapa kali kau berkhianat?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
