Diposkan dalam ESAI DAN OPINI pada Juni 21, 2008 | 28 Komentar »
:Fatris Moh. Faiz
“Aku ingin punya Bapak yang tidak korupsi, Ibu yang tidak suka menonton sinetron, dan teman-teman yang suka membaca…”
Lalu orang bertepuk tangan, berdecak kagum setelah mendengar seorang perempuan remaja mengucapkan kata-kata itu. Nilna R. Isna, begitu namanya ia eja dengan terbata-bata. Kita yang mendengarnya barangkali kagum. Atau berbisik ke hati sendiri: mungkinkah? [...]
Untuk mentranslate bahasa
Diposkan dalam ESAI DAN OPINI, TEATER pada Juni 2, 2008 | 12 Komentar »
Foto: Fatris Moh. Faiz
opini: Fatris Moh. Faiz
“Ini Jakarta, Intan, Jakarta!” kata itu keluar dari mulutnya, si Lenggang Dunia pada Istrinya Intan Suri. Apa yang dikatakannya tentang Jakarta, mungkin tak lebih dari apa yang dipikirkan puluhan ribu perantau lain yang datang, menetap, dan tenggelam dalam kota jangkung yang angkuh itu.
Ia datang beserta istri dan [...]
Untuk mentranslate bahasa
Diposkan dalam ESAI DAN OPINI, TEATER pada Juni 2, 2008 | 9 Komentar »
(catatan atas pementasan Zona X)
Opini: Fatris Moh. Faiz
Mereka datang jauh dari Padangpanjang. Disambut hujan, mereka seperti mengingatkan kita kembali tentang segala keruwetan hidup yang tak menentu. Tentang kecemasan pada kota yang akan tenggelam, atau kemurungan-kemurungan yang bisa muncul tiba-tiba. Dalam guyur hujan, semua itu serba mungkin.
Untuk mentranslate bahasa
Diposkan dalam PUISI pada Juni 2, 2008 | 10 Komentar »
RETAK PERADABAN
kuamanatkan darah pada lawan
di sini, gentar genderang basah
memaku pedang pahlawan
dalam pigura kaca merah jambu
kupilah dahulu perih kelahiran
langkah peradaban seakan singgah
berlama-lama
bermanja-manja
di rahim perempuan tua
yang tak menyaring tawar susu
Untuk mentranslate bahasa
Diposkan dalam PENGUMUMAN pada Juni 2, 2008 | 67 Komentar »
BUAT SAUDARA(I) BER-ID NOVRA:
BEBERAPA HARI LALU SAUDARA SEPERTI MENGECAM REDAKSI RUMAHTEDUH. KAMI KUTIP…
1
di/pada Mei 5, 2008 pada 6:52 pm69 novra
Kepada tuan redaktur yang terhormat, sampai saat ini saya belum menerima honor respon saya yang kesepuluh, mohon dicek lagi. Terima kasih
HONOR RESPON? kami tak pernah memberi honor kepada tiap respon(den).
2
di/pada Mei 8, 2008 [...]
Untuk mentranslate bahasa