Di Sekitar Kita
Mei 8, 2008 oleh rumahteduh
Ditulis dalam PHOTOGRAPHY | & Komentar
16 Tanggapan
Tinggalkan Balasan
-
Blog Stats
- 26,838 hits
PENGUMUMAN
KIRIMKAN TULISAN ANDA KE: komunitasrumahteduh@gmail.com atau teaterrumahteduh@yahoo.co.id. terimakasih, salam kemanusiaan, salam kebudayaan salam rumahteduh
-
Komentar Terakhir
solusidigitalku di Barter Buku deni oktora di Pelajaran Mengarang echo pepe di Situjuh Godang dalam Potr… faiz di sajak sebatang lisong manusiabiasa di Sumatera Barat Hari Ini putri komariyah di sajak sebatang lisong Agus Suhanto di Adakah yang Bisa Bantu? gasyudha di Adakah yang Bisa Bantu? rumahteduh di Sumatera Barat Hari Ini rumahteduh di BEM UNAND DIBOIKOT MAHASISWANY… Dolla Indra di BEM UNAND DIBOIKOT MAHASISWANY… ben saja di Redaksi Irvan Mulyadie di sajak sebatang lisong david yohanes di sajak sebatang lisong Aloysius Windriyanto di ‘Theory’ Before Th… KATEGORI
-
Tulisan Terakhir
- Adakah yang Bisa Bantu?
- Sumatera Barat Hari Ini
- Catatan Rabu Sore, 30 September 2009
- Anoreksia Kritik
- The Sun Also Rises: Potret Generasi yang Hilang
- sajak sebatang lisong
- DI SINI ADA SITTY (sebuah catatan)
- SASTRA(WAN) YANG MALAS, BAPAK GUBERNUR?
- Seni dan Nyeni
- Mereka-reka
- Golput
- Tentang Puisi dan Rumah yang Kau Bikin
- Aziz
- SAJAK-SAJAK F. MOHAMMAD FAIZ
- Elegi Tahun Baru
Arsip
- Oktober 2009 (3)
- Juni 2009 (3)
- Mei 2009 (2)
- Maret 2009 (2)
- Februari 2009 (3)
- Januari 2009 (3)
- Desember 2008 (1)
- November 2008 (2)
- Oktober 2008 (3)
- September 2008 (2)
- Agustus 2008 (2)
- Juli 2008 (3)
- Juni 2008 (5)
- Mei 2008 (16)
- April 2008 (56)
- Maret 2008 (12)
Pengunjung Tetap Blog Rumahteduh
Rekan-rekan
ruang media lain
Sekolah-sekolah Kita






saya selalu takut pada estetika yang selalu melupakan makna
nah ini baru poto, hajar tema-tema lingkungan….
hidu POPI ZONIA
makna???
barangkali hanya ada di lentik jarimu,
bung?
zonia, anda masih butuh junjang itu?
klau tidak, boleh buat saya? saya lagi butuh hitam putih dalam tubuh.
adakah yang bisa mencipta badai dari secangkir air?
apakah potongan-potongan kecil itu bisa menambal robek yang besar?
adakah yang bisa mencipta badai dari secangkir air?
apakah potongan-potongan kecil itu bisa menambal robek yang besar?
Yth. Tuan Redaktur
terimakasih telah merelease foto saya. honor sejumlah 3.500.000,- rupiah telah saya terima melalui rekening BNI.
saya sedang berada di puncak Merpati dengan secangkir kopi. tenda doom saya robek-robek besar sekali tuan, untung saya bawa emblem kecil yang banyak sehingga bisa dipakai menambalnya. asik sekali bermain badai disini Tuan Redaktur. jika anda tuang secangkir saja air ke udara, dia akan menjadi badai yang membasahi muka anda heheheh…bulan depan telaga dewi sepertinya kan menjadi teman kita tuan. pastikan saja ada sendal jepit baru yang akan sangat nyaman dibandingkan sepatu tracking diwaktu mendaki Tuan. apa neraka masih sepi? ini saya bawakan anda semir sepatu dan kunci jendela biar anda tak terkurung lagi diluar
salam
ah… zonia
anda melankolis sejati ternyata…
ah shahrazad anda bisa saja AHAHAHAHA
Bung Benz, janjang itu bagian dari lingkungan saya yang terabaikan, tetapi merupakan unsur pelengkap dari keutuhannya. tapi, buat anda apalah yang nggak AHAHAHAHa
haaaaa…….,
saia tahu apa tujuan Tn. Zonia yang terhormat ke puncak merpati, pasti anda ingin menjadi obat nyamuk kn?
hayo yang jujur…….., ga usah malu….
oia…..,beberapa hari yang lalu di negeri jangnana, saia mendenganr kabar kalau anda sudah takut untuk ma-lejend karena sudah tidak sanggup “mengepit”, benarkah itu Tn. Zonia yang Agung melebihi Wahyu Agung….
aha..anda benar palang pintu, saya kesana dalam rangka pelampiasan dendamseorang pembajak kota padang. saya mungkin sudah terlalu tua untuk lejen tuan palang.
salam
so leben wir und nehmen immer abschied…
begitulah kita hidup dan senantiasa meminta diri
Post Aesthetic Syndrome!!!
nggak menarik
ihihii..kopral, teori yang cukup menarik bukan
(tentu saja bagi sebagian orang) tapi sayang saya tak menganbil foto berdasar teori-teori seperti itu
fotonya bagus….
ajarin dong!!!
mungkin lebih baik tuan Kopral Cipaik belajar sama kopral Bedjo. karena mungkin dia lebih mengerti fotografi. saya hanya setor foto biasa yang diambil pake kamera biasa yang serba otomat sama redaktur blog ini, jadi tidak bisa ngajarin teknik photography sama Kopral cipaik. tapi, terimakasih atas pujiannya
aku tidak mengerti fotografi.
tapi, aku suka.
semoga bukan kesukaan yang “terlarang”