<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: SINEMASASTRA, STRATEGI MEMBACA TEKS VISUAL</title>
	<atom:link href="http://rumahteduh.wordpress.com/2008/05/07/sinemasastra-strategi-membaca-teks-visual/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rumahteduh.wordpress.com/2008/05/07/sinemasastra-strategi-membaca-teks-visual/</link>
	<description>Ayo....belajar...</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Nov 2009 09:54:56 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: zonia</title>
		<link>http://rumahteduh.wordpress.com/2008/05/07/sinemasastra-strategi-membaca-teks-visual/#comment-1400</link>
		<dc:creator>zonia</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Jun 2008 17:09:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumahteduh.wordpress.com/?p=271#comment-1400</guid>
		<description>rumah teduh sadang suko buek pidio klip hahaha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>rumah teduh sadang suko buek pidio klip hahaha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: kopralcipaik</title>
		<link>http://rumahteduh.wordpress.com/2008/05/07/sinemasastra-strategi-membaca-teks-visual/#comment-1392</link>
		<dc:creator>kopralcipaik</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Jun 2008 12:54:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumahteduh.wordpress.com/?p=271#comment-1392</guid>
		<description>putapilem...kapan bikin pilem?
rumah teduh...kapan bikin pilem?

bikin pilem yuk!!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>putapilem&#8230;kapan bikin pilem?<br />
rumah teduh&#8230;kapan bikin pilem?</p>
<p>bikin pilem yuk!!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Benz</title>
		<link>http://rumahteduh.wordpress.com/2008/05/07/sinemasastra-strategi-membaca-teks-visual/#comment-1370</link>
		<dc:creator>Benz</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Jun 2008 01:49:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumahteduh.wordpress.com/?p=271#comment-1370</guid>
		<description>duh... nasibmu &quot;bahasa&quot;...
malang nian engkau, sungguh...
mirip ama mentimun bungkuk...
begitu ya bung nurul..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>duh&#8230; nasibmu &#8220;bahasa&#8221;&#8230;<br />
malang nian engkau, sungguh&#8230;<br />
mirip ama mentimun bungkuk&#8230;<br />
begitu ya bung nurul..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: nurul fahmy</title>
		<link>http://rumahteduh.wordpress.com/2008/05/07/sinemasastra-strategi-membaca-teks-visual/#comment-1364</link>
		<dc:creator>nurul fahmy</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Jun 2008 18:34:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumahteduh.wordpress.com/?p=271#comment-1364</guid>
		<description>Bung faruk, 
maaf, tak ada itu istilah &quot;bahasa padang&quot;. yang ada &quot;bahasa minang&quot;. bahasa minang cakupannya lebih luas daripada bahasa padang yang bung maksud...
sebab minang tidak terbatas kepada persoalan teritori atau batas-batas daerah sebagaimana wilayah administratif sumatra barat atau padang yang anda maksudkan.  

pun, penggunaan bahasa daerah bukan sebentuk primordialisme atau fanatisme berlebihan terhadap kesukuan..tapi lebih kepada penegasan identitas,  terlebih rasa kebanggaan sebagai salah satu anggota dari sebuah komunitas dalam ranah global.\ 
.....lokalitas yang mencuat di tengah gempuran kebudayaan global merupakan salah satu strategi mempertahankan identitas, agar tak seragam, agar tidak ikut larut. pun bukan sebentuk penghindaran dan ketakutan agar tidak terjerumus dalam sikap antipati atau eskapisme akut terhadap budaya-budaya asing tersebut, atau lari bersembunyi...  

bahasa Inggris, bung, dapat menjadi bahasa yang kuat dan hebat, karena penggunanya, terlebih para warganya merasa bangga menggunakannya, memakainya, mengucapkannya, baik dalam percakapan ilmiah maupun pembicaraan sehari-hari...ataupun ota-ota di kedai kopi..mereka bangga...sebab itulah bahasa inggris berjaya...lantas alangkah malangnya kita yang mempunyai kebudayaan dan bahasa sendiri merasa malu menggunakannya.....

rasa bangga terhadap kebudayaan sendiri, itu yang tidak lagi kita punyai, jauh sejak masuknya bule-bule berkulit putih yang menjejakkan pantofel dan sepatu lars-nya ke dada dan kepala kita (pribumi)

pemaksaan atas sebuah bahasa, bung, dengan alasan agar dapat dimengerti oleh orang banyak sekalipun, adalah sebentuk penjajahan kultural....dan penjajahan adalah kejahatan kemanusiaan yang jelas-jelas tercantum dan mempunyai konsekuensi dalam konvensi HAM internasional....

salam...

maaf, kok nyinyia bana nampak dek kawan-kawan, tulisan ambo ko, tapi kok dak mode itu, paja tu ndak kan  mangarati.....heh...

si gus ry tu ndak lo barani menegaskan sia nan inyo makasuik....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bung faruk,<br />
maaf, tak ada itu istilah &#8220;bahasa padang&#8221;. yang ada &#8220;bahasa minang&#8221;. bahasa minang cakupannya lebih luas daripada bahasa padang yang bung maksud&#8230;<br />
sebab minang tidak terbatas kepada persoalan teritori atau batas-batas daerah sebagaimana wilayah administratif sumatra barat atau padang yang anda maksudkan.  </p>
<p>pun, penggunaan bahasa daerah bukan sebentuk primordialisme atau fanatisme berlebihan terhadap kesukuan..tapi lebih kepada penegasan identitas,  terlebih rasa kebanggaan sebagai salah satu anggota dari sebuah komunitas dalam ranah global.\<br />
&#8230;..lokalitas yang mencuat di tengah gempuran kebudayaan global merupakan salah satu strategi mempertahankan identitas, agar tak seragam, agar tidak ikut larut. pun bukan sebentuk penghindaran dan ketakutan agar tidak terjerumus dalam sikap antipati atau eskapisme akut terhadap budaya-budaya asing tersebut, atau lari bersembunyi&#8230;  </p>
<p>bahasa Inggris, bung, dapat menjadi bahasa yang kuat dan hebat, karena penggunanya, terlebih para warganya merasa bangga menggunakannya, memakainya, mengucapkannya, baik dalam percakapan ilmiah maupun pembicaraan sehari-hari&#8230;ataupun ota-ota di kedai kopi..mereka bangga&#8230;sebab itulah bahasa inggris berjaya&#8230;lantas alangkah malangnya kita yang mempunyai kebudayaan dan bahasa sendiri merasa malu menggunakannya&#8230;..</p>
<p>rasa bangga terhadap kebudayaan sendiri, itu yang tidak lagi kita punyai, jauh sejak masuknya bule-bule berkulit putih yang menjejakkan pantofel dan sepatu lars-nya ke dada dan kepala kita (pribumi)</p>
<p>pemaksaan atas sebuah bahasa, bung, dengan alasan agar dapat dimengerti oleh orang banyak sekalipun, adalah sebentuk penjajahan kultural&#8230;.dan penjajahan adalah kejahatan kemanusiaan yang jelas-jelas tercantum dan mempunyai konsekuensi dalam konvensi HAM internasional&#8230;.</p>
<p>salam&#8230;</p>
<p>maaf, kok nyinyia bana nampak dek kawan-kawan, tulisan ambo ko, tapi kok dak mode itu, paja tu ndak kan  mangarati&#8230;..heh&#8230;</p>
<p>si gus ry tu ndak lo barani menegaskan sia nan inyo makasuik&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: warga Obomongo-nord Kivu</title>
		<link>http://rumahteduh.wordpress.com/2008/05/07/sinemasastra-strategi-membaca-teks-visual/#comment-1341</link>
		<dc:creator>warga Obomongo-nord Kivu</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 May 2008 17:51:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumahteduh.wordpress.com/?p=271#comment-1341</guid>
		<description>moih!!
gan ga ma jak na kung lo ji.
kuai ta xa funx ke ken goh
gan ken jik nyuh kloina mak
xeig lek amguni keen gan
lan ma koi kuai gen
ken koi jik ken lek?

uhag klah no mui nek me
klah bui er dex wukant gih
be gani ma dik klem gih
jier vactio res men glo!!
maui no kleui ma er</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>moih!!<br />
gan ga ma jak na kung lo ji.<br />
kuai ta xa funx ke ken goh<br />
gan ken jik nyuh kloina mak<br />
xeig lek amguni keen gan<br />
lan ma koi kuai gen<br />
ken koi jik ken lek?</p>
<p>uhag klah no mui nek me<br />
klah bui er dex wukant gih<br />
be gani ma dik klem gih<br />
jier vactio res men glo!!<br />
maui no kleui ma er</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ketua pemuda</title>
		<link>http://rumahteduh.wordpress.com/2008/05/07/sinemasastra-strategi-membaca-teks-visual/#comment-1336</link>
		<dc:creator>ketua pemuda</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 May 2008 11:55:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumahteduh.wordpress.com/?p=271#comment-1336</guid>
		<description>ya terserah sodara mau ngerti ato nggak! kalo mo ngerti belajar bahasa minang! ANEH! emang bahasa indonesia bisa dimengerti orang di Obomongo-nord Kivu sana? gak tau ya, internet bisa semua orang ngaksesnya dari penjuru manapun didunia yang luas ini.
mending Bung Farukh nonton sinetron aja daripada ikutan nge-blog disini. OK Bung</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ya terserah sodara mau ngerti ato nggak! kalo mo ngerti belajar bahasa minang! ANEH! emang bahasa indonesia bisa dimengerti orang di Obomongo-nord Kivu sana? gak tau ya, internet bisa semua orang ngaksesnya dari penjuru manapun didunia yang luas ini.<br />
mending Bung Farukh nonton sinetron aja daripada ikutan nge-blog disini. OK Bung</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: farukh fakih</title>
		<link>http://rumahteduh.wordpress.com/2008/05/07/sinemasastra-strategi-membaca-teks-visual/#comment-1331</link>
		<dc:creator>farukh fakih</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 May 2008 10:43:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumahteduh.wordpress.com/?p=271#comment-1331</guid>
		<description>ini blog orang padang ya??? kok pake bahasa padang? gak ngerti...padahal yang mo ngebaca gak cuma orang padang lho..
e malah pake bahasa padang..gak tau ya, internet itu bisa semua orang ngaksesnya dari penjuru mana pun di dunia yang luas ini

F.F.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ini blog orang padang ya??? kok pake bahasa padang? gak ngerti&#8230;padahal yang mo ngebaca gak cuma orang padang lho..<br />
e malah pake bahasa padang..gak tau ya, internet itu bisa semua orang ngaksesnya dari penjuru mana pun di dunia yang luas ini</p>
<p>F.F.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: nurul fahmy</title>
		<link>http://rumahteduh.wordpress.com/2008/05/07/sinemasastra-strategi-membaca-teks-visual/#comment-1327</link>
		<dc:creator>nurul fahmy</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 May 2008 17:42:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumahteduh.wordpress.com/?p=271#comment-1327</guid>
		<description>sia nan ang maksud ko
jaleh jaleh se la

kajian sinemasastra jarang dikaca sia, dima?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sia nan ang maksud ko<br />
jaleh jaleh se la</p>
<p>kajian sinemasastra jarang dikaca sia, dima?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Benz</title>
		<link>http://rumahteduh.wordpress.com/2008/05/07/sinemasastra-strategi-membaca-teks-visual/#comment-1211</link>
		<dc:creator>Benz</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 May 2008 05:30:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rumahteduh.wordpress.com/?p=271#comment-1211</guid>
		<description>voila!!!
mari membaca film!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>voila!!!<br />
mari membaca film!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
